Skip to content

Recent Articles

17
Aug

Perjalanan Pontianak Singkawang 2

Perjalanan Ke-2 ke Pontianak

Persiapan
1. Mobil
2. Makanan

Jalur yang ditempuh
1. Kotawaringin
2. Km 12 Kujan
3. Batas Kalteng Kalbar
4. N. Tayap
5. Sandai
6. Laur
7. Balai Berkuak
8. Piasak
9. Fery
10. Tayan
11. Ambawang
12. Pontianak
13. Sei Pinyuh
14. Sei Duri
15. Singkawang

Tempat menginap
1. Hotel 2000
2. Hotel Singkawang
3. Hotel Hujan Mas
Tempat yang di kunjungi
1. Jalan Siam
2. Pasar Flamboyan
3. Pasar Mawar
4. MEGA MALL
5. Tua Pek Kong Singkawang
6. Pasar Turi / Pasar Hongkong Singkawang
7. Makam Raja Syarif
8. Istana Kadariah
Tempat Makan
1. RM di batas Kalteng Kalbar
2. Bubur Ahui /Hisut
3. Bakso Ikan Pasar Flamboyan
4. Dunkin Donat
5. Bakso PSP
6. Nasi Uduk/Kuning
7. RM 89 Sei Pinyuh
8. Bakso 68
9. Sate
10. Siomay
11. Bubur Gunting
12. Bubur Ajie
13. Nasi Ayam Afu
14. MieTiauw daging Sapi Seroja
Hubungan antar personal
1. Bertemu dengan Bapak William, Bapak Adi R sekeluarga. Bapak Suhadi lwt telpon pemandu kuliner
2. Dapat makanan dari keluarga Sampit
3. Bertemu dengan Matias dan Ivan dari Pbun
4. Berkenalan dengan Bapak Budi dan rombongan Muhammadiyah Kalbar
5. Pengatur Antri Fery yang sangat membantu
6. Saudara Ardi resepsionist Hotel Hujan Mas
7. Bapak AHAK
8. Salah satu pemudik saat di Bakso 68
9. Saudara NONO resepsionist Hotel Singkawang
10. Penjaga Klenteng Tua Pek Kong tertua di Singkawang
11. Bapak Keo Ko di Sakko yang memberikan nama Tho Ce pembuat Choi Pan di Cagar Budaya Rumah Keluarga Tjhia
12. Bapak Edi dan Beli di Fery
13. Bapak Yohanes di Nanga Tayap
14. Bapal Darmawi sekeluarga di batas Kudangan
Hal yang memberikan pendapat positif perjalanan di Kalbar
1. Masyarakat yang ramah
2. Low Budget Hotel
3. Tempat dan dan jenis pilihan makan yang banyak dan semua enak
4. Kemudahan mendapatkan solar di SPBU Singkawang
5. Prioritas solar subsidi di jalan Iman Bonjol
6. Kota kota yang berkembangan dengan potensi SDA yang belum digarap
7. Infrastruktur yang mulai berbenah terutama jalan raya yang hampir 99% aspal
Beberapa hal yang mengganggu
1. Banyak Rambu yang belum terpasang dan marka jalan
2. Servis hotel yang masih perlu meningkatkan SDM untuk hotel low budget.
3. Saat di makam Raja pertama lebih banyak ibu2 dan anak2 yang lebih banyak mengganggu kekhusukan peziarah.
4. Tempat istana Kadariah yang tidak buka pada saat libur panjang hari raya.

Total jarak yang ditempuh 1548km. Dari Tayan Ke Pangkalan Bun, 440 km, waktu tempuh 7 jam 30 menit, waktu istirahat 1 jam 15 menit

Tak lupa panjat puji dan syukur atas lindungan-Nya, kami sekeluarga melakukan perjalanan dengan lancar dan kembali ke Pangkalan Bun dengan selamat.

3
Dec

Jalan-jalan ke Pontianak dan Kuching

Perjalanan beserta keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi

14
Jul

Puisi tentang Pesawat

Pesawat


Pesawat kau seperti burung yang terbang di langit.
Pesawat engkaulah penguasa langit.
Saat kau terbang andaikan air yang menguap ke langit,
Saat kau kembali andaikan air yang jatuh ke bumi dan
Saat kamu terbang andaikan emas yang berjalan.


      Pesawat kau dipakai semua orang.
      untuk terbang dari kota ke kota.
      Dari negara ke negara.
      Ekormu selalu seperti burung berbulu indah.
      Yang terbang di langit biru.


Pesawat engkau dikendarai oleh pilot.
Pramugari selalu melayani penumpang.
Tempat duduk selalu siap untuk penumpang.
Dan sabuk pengaman yang sudah disiapkan.
Itulah pesawat.


oleh blgbtk Levina:)

tugas sekolah kelas III


posted by kimwira 2013

28
Nov

Pengalaman Perjalanan di Hong Kong

Selama melakukan perjalanan, sungguh berbeda rasanya dengan di tanah air. MTR di Hong Kong memang enak bersih cepat dan murah, namun juga padat penumpangnya karena didesign untuk efiensi semua tempat terisi.

 

 

MTR khusus ke disneyland Hong Kong

24
Feb

Topi Tinggi untuk Semua Orang

Semua suka dipuji

Dua pemuda yang akan mencari penghidupan di luar daerah, ini adalah kali pertama mereka untuk merantau.

Kebiasaan di desa jika ingin merantau, wajib bersilaturahmi dan berpamitan dengan sesepuh desa yang dihormati.

Pada kesempatan sehari sebelum mereka meninggalkan desa, dengan perasaan haru dan doa-doa agar sukses di tempat yang baru, sesepuh desa memberikan sedikit nasihat, “Anak-anak ku sekarang ini tidaklah baik jika kita berbicara apa adanya dalam menanggapi apa yang dikatakan orang, demi kebaikan kalian berilah topi tinggi kepada siapa saja yang kalian kenal”.

Salah seorang pemuda berkata “ Sesepuh kita memang benar, tinggal sedikit orang seperti sesepuh kita ini tidak suka akan topi tinggi”.              

Suasana hening sesaat, namun bahasa tubuh sang sepuh terutama wajahnya berubah cerah.

Diperjalanan pulang, sang pemuda berkata sambil berbisik kepada temannya “Saya sudah melaksanakan apa yang baru diajarkan oleh sesepuh kita”

16
Jan

Proses memperbaiki diri

Sedikit saja ditambah dan dikurangi, hasil luar biasa
Alasan kurangi sedikit namun tenggang rasa / tepa selira besarkan sedikit
Bekerjanya banyakan sedikit namun ucapan mulutnya dikurangin sedikit
Sikap prilaku / tabiat usahakan kecilkan sedikit namun gerakannya cepatkan sedikit
Bicara ngakaknya pelankan sedikit namun efisiensinya besarkan sedikit
Senyumnya seringkan sedikit juga cara berpikirnya lincah sedikit
DO MORE BE The BEST

10
Jan

Tentu Mas yang Lebih Ganteng

Ah Mas Lebih Ganteng Koq

Dahulu ada beberapa wanita yang tercatat dalam sejarah, kecantikan mereka sangat mempesona sehingga dapat meruntuhkan sebuah negara.

Namun untuk pria yang tertampan dalam sejarah Tiongkok adalah seorang yang bernama Pan An (潘安). Setiap Pan  An melenggang di jalanan kota, gadis-gadis berebut menonton dari teras lantai dua dan melemparinya dengan bunga-bunga harum segar.

Kisah ini tentang seorang saudagar muda yang kaya raya, dia selalu membandingkan wajahnya dengan kecakapan Pan An. Setiap hari dia bercermin dan bercermin lagi, hati serasa tidak puas sebelum menemukan jawabannya.

Suatu hari, dia bertanya kepada istrinya, istrinya menjawab : “Mas, ya tentu saja kau yang lebih ganteng!”, lalu saudagar itu bertanya kepada istrinya yang kedua. Istri kedua itu berkata “Tentu saja abang yang lebih ganteng dari si Pan An itu!”.

Jawaban anak buah / karyawan si pedagang itu juga membenarkan jawaban dari kedua istrinya, dan ketika sahabatnya datang berkunjung, juga ditanyakan pertanyaan yang sama, jawabannya juga idem-dito alias sami mawon.

Beberapa hari kemudian, kebetulan si saudagar itu melihat wajah Pan An ketika lewat di depan tokonya, saudagar itu mengambil cermin dan berkaca, dilihat sepuasnya wajah dirinya dan akhirnya ia mengambil kesimpulan “Pan An jauh lebih tampan dan gagah dari diriku…”

Saudagar itu kemudian berpikir dan ditemukanlah jawaban mengapa orang-orang memuji dirinya lebih tampan, sedangkan kenyataannya, ia kalah jauh dengan ketampanan si Pan An itu.

“Istri memujiku karena tidak ingin mengecewakan hatiku, istri kedua memujiku karena ingin mengambil hatiku, pekerja memujiku karena mereka takut pada diriku, sedangkan teman memujiku karena mereka ingin menyenangkan hatiku…”

Dan itulah kesimpulan yang diambilnya, sejak itu,  dia sangat rasional dalam menelaah perkataan orang yang ditujukan kepadanya, karena dia menyadari, seseorang yang muluk-muluk memuji dirinya yang tidak pada tempatnya, pastilah dibaliknya itu ada maunya.

Didunia ini, berjaga-jagalah, tidak semua orang akan berbicara ataupun memberikan nasihat dengan tulus tanpa pamrih, sering kali seseorang dengan menyembunyikan keamisan udang yang ada dibalik hatinya!

Dengan banyak menimba ilmu serta membaca bacaan yang baik, akan bisa menambah kearifan seseorang. Dan jangan lupa, jika ada sesuatu yang meragukan, bertanyalah kepada orang tua Anda, karena mereka yang menyanyangimu tanpa pamrih, tentu akan memberikan yang terbaik untuk Anda.

Semoga cerita ini dapat direnungkan.

Diceritakan kembali dari tulisan Eric Zabara oleh Kimwira

5
Jan

Dokter yang Langka

Dokter A – Dokter B – Dokter C
Suatu hari, Kaisar memanggil dokter kerajaannya yang bernama dokter C, sang Kaisar bertanya kepada dokter Pribadinya tersebut : “Dokter C, seluruh keluargamu yang tiga bersaudara kesemuanya adalah dokter, menurutmu, siapakah di antara kalian yang terhebat ilmu kedokterannya?”.
Dokter C menjawab dengan hormat sekali : “Yang Mulia junjungan ku Kaisar, aku dokter C yang termuda diantara 3 bersaudara, begitu ada orang sakit, aku mengobatinya dan banyak sekali yang berhasil aku sembuhkan dengan cara pengobatanku, sehingga aku menjadi terkenal dan yang muliapun kini memakai hamba sebagai dokter pribadi”.
“Sedangkan kakak ke duaku dokter B, begitu orang penyakitnya baru saja mengena di kulit pasiennya, dia langsung sudah tahu dan mengobati, sehingga dia pun menjadi terkenal seperti aku”.
“Lalu, bagaimana dengan kepandaian kakakmu yang tertua?” Kaisar bertanya dengan bernafsu sekali, karena dokter C tidak segera melanjutkan ceritanya.
“Ampun yang Mulia, Kakakku yang tertua mempunyai sebuah keunikan cara pengobatan tersendiri, beliau sudah tahu apabila penyakit ada di depan pintu, karenanya Dia pun tidak sepopuler hamba maupun kakak hamba dokter B.”
Kaisar terdiam, lalu menanyakan sebenarnya yang dimaksudkan dokter A itu yang bagaimanakah orangnya, lalu oleh dokter C dikatakan : “Apabila sebuah sungai dikeruk, dan kotorannya dibuang ditepi jalan, lalu air tanahnya mengering, maka bakterinya akan beterbangan dan menyebabkan penyakit mata maupun tenggorokan. Apabila dokter A itu seorang yang bertanggung jawab dengan pengerukan sungai itu, maka dia tidak mungkin membiarkan buangan kerukan sungai dipinggir jalan, tapi pasti langsung memerintahkan untuk diangkut ke suatu tempat yang tidak bakalan mengganggu kesehatan rakyat, sehingga rakyat tidak bakalan terkena penyakit mata ataupun tenggorokan”.
Kaisar mangut-mangut dan berkata : “Sayang sekali, sulit mencari orang seperti dokter A itu, bila ada beberapa yang menjadi pemimpin, maka negara kita akan aman sentosa dan rakyat pun gemah ripah loh jinawi”.
Hmm, mungkinkah pembaca yang budiman adalah dokter A itu, ataukah sampai disinipun Anda masih belum memahami arti cerita saya ini…..

kisah ini saya tulis ulang untuk mengenang: Eric Zabara


Kimwira

4
Jan

Monyet Ingin Jadi Manusia

Sehelai Bulu pun tidak Rela Dicabut

Se ekor monyet tua jatuh dari pohon dan mati, rohnya digiring oleh petugas akhirat untuk menghadap Hakim akhirat guna ditentukan nasibnya selanjutnya.
Si monyet merengek rengek merayu, katanya: “Semasa hidupku tak pernah menjahati manusia, juga tak pernah membohongi manusia, ijinkanlah aku reikarnasi menjadi manusia. Oh Hakim yang mulia.”
Sang Hakim akhirat mesam mesem dengan rayuan gombal si monyet dan beliau ingin memberi pelajaran untuk si monyet yang berbohong itu: “Baiklah, aku perkenankan kau menjadi manusia dikehidupan nanti dengan syarat semua bulu di badanmu harus dicabut bersih agar pantas menjadi manusia.”
Si monyet segera mengiyakan tanda setuju
Petugas akhirat mulai beraksi mencabuti bulu si monyet 1-2-3 ciaat dicabut lah bulu monyet yang sangat alot itu. Tiba-tiba terdengarlah jeritan kesakitan si monyet yang berteriak mengaduh : “ Aduh ! Mati aku sakitnya, ngak mau, aku gak mau dicabut buluku.”
Dan dengan marah Hakim neraka memutuskan: “Hai! Lu monyet. Kau sehelai bulu pun tak bersedia dicabut, tak pantas kau jadi manusia!”

Semoga bisa mengambil kesimpulan dari cerita idiom di atas, seseorang yang mementingkan diri sendiri  sehingga tidak rela jika sehelai bulu dapat membahagiakan orang lain, meskipun dia sendiri tidak rugi apa apa. Seharusnya harus ingat dan berterima kasih apa yang ada pada dirinya sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh Nya termasuk rejeki manusia.

 

ditulis ulang oleh Kimwira

dari berbagai sumber

2
Jan

Sukses yang Sederhana

SUKSES ITU SEDERHANA

Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit / serahasia seperti kata Kiyosaki / Tung Desem Waringin / the Secret.
Sukses itu tidak perlu dikejar.
SUKSES itu adalah ANDA ATAU DIRI SENDIRI
Karena kesuksesan terbesar ada
pada diri Anda sendiri…

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Anda kedua… (Alangkah bahagianya)

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati sampai studi S1, di saat yg sama setiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar biaya sekolah, itulah sukses Anda ketiga…

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan ,di saat yang sama 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat.

Ketika Anda masih bisa makan 3x sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Sukses terjadi setiap hari.
Namun Anda tidak pernah menyadarinya.

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller, dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit & sukar didapatkan.. .
 

Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah,mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha,punya kolam renang/ helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump & resort mewah di Karibia… Atau suami/cowo ganteng, keren like Tom Cruise..

Sukses sejati seaslinya adalah:
"Hidup dengan Penuh Syukur" :)

Nasehat hidup sejahtera versi matematika:
Dosa jangan di (+ )
Amal jangan di ( – )
Cinta jangan di ( : )
Hidup hanya 1 ( x ) saat sekarang

Tertawa karena Bahagia
Menangis karena Derita
Bertobat karena Dosa
Beribadah karena Taat

Hidup tanpa cinta pasti hampa
Hidup gila harta pasti celaka
Hidup penuh dosa akan ke Neraka.
Hidup bersyukur dan apa adanya, Pasti Bahagia…..
Semoga menjadi inspirasi disetiap hari yang dijalani

 

Implementasi implementasi implementasi agar sukses

SalamSukses@Wira